• 1. Aboka Kamp Yong....

    aboka kamp yongime dis piramid. Bantua power ....

    11 Sep 2019 08:05

  • 2. Kelompok Tani A....

    Kelompok Tani Aboka Kampung Yonggime Distrik ....

    11 Sep 2019 09:49

  • 3. MEMBANGUN KELO....

    MEMBANGUN POKTAN LEMBAH BALEM WAMENA (HEKI AW....

    18 Sep 2019 08:09

  • 4. RMU YANG MANTAP....

    Penggilingan Padi Kombinasi Berdasarkan peng....

    11 Sep 2019 09:45

  • 5. BERSAING DENGAN....

              &nbsp....

    11 Sep 2019 09:49

  • 6. BANTUAN HAND TR....

    BANTUAN PRESIDEN YOKOWI TAHUN 2015 PERTAMA K....

    11 Sep 2019 09:43

  • 7. KELOMPOK TANI W....

    PROFIL UPJA LEMBAH BALIEM WAMENA Petani maju....

    11 Sep 2019 09:42

  • 8. Budaya dan Budi....

    Wamena adalah ibukota Kabupaten Jayawijaya ya....

    30 Jan 2019 23:10

  • 9. Pangan Untuk Wa....

    Matahari bulan September terik bersinar di Wa....

    30 Jan 2019 23:14

Pangan Horti Wamena

Wamena berasal dari bahasa Huwula yang terdiri dari dua kata "Wam" dan "Ena", yang berarti "Babi Jinak". Suku Huwula dan Yali merupakan Nama Suku yang kental dikenang dalam Peradaban Budaya Kuno . Suku Lembah BAleim Berada di Lembah Baliem dan Suku Yali di Bagian Timur Yaitu Sekarang Kabupaten Yalimo, Yahukimo dan Pegubin. Dalam Kedua Suku ini terdiri Dari suku-suku berpasangan sampai saat ini.

Pada tanggal 28 Desember 2014 Presiden Joko Widodo didampingi Ibu Negara Iriana mengunjungi kota Wamena, Papua, guna membicarakan persoalan-persoalan yang ada di sana. Ribuan warga Wamena dan sekitarnya menyambut Presiden Jokowi di Gedung Lembaga Masyarakat Adat Provinsi Papua. Masyarakat menggelar pesta adat menyambut orang nomor satu di republik ini. Presiden dan Ibu Negara disambut oleh Ketua Adat dan Gubernur Papua, yang langsung menyematkan Mahkota Masyarakat Adat. Sementara kepada Ibu Negara diberikan seikat kembang khas lembah Baliem. Warga menari-nari sepanjang perjalanan Presiden Jokowi dan Ibu Negara, sementara para tetua adat memanjatkan doa untuk keselamatan, kesehatan, dan kepemimpinan Presiden Jokowi. Presiden mengajak semua warga Papua untuk mengakhiri konflik dan kekerasan, dan bersatu, baik yang masih di dalam hutan, yang masih berada di atas gunung-gunung, untuk bersama-sama membangun Papua sebagai Tanah Yang Damai.

Pada tanggal 30 Desember 2015 Presiden Joko Widodo, didampingi Ibu Negara Iriana, mengunjungi kota Wamena, guna meresmikan Terminal Baru bandar udara wamena dan Kaimana, yang dinyatakan sebagai "pintu gerbang yang menghubungkan warga pegunungan tengah Papua dengan daerah-daerah lain di seluruh Indonesia". Bandara Wamena memiliki terminal yang mampu melayani 282 penumpang. Dengan landas pacu sepanjang 2.175 meter, Bandara Wamena akan menjadi bandara tersibuk kedua di Provinsi Papua.

Berbeda dengan kota-kota besar lainnya di Papua, seperti Tmika, Jayapura, sorong , Wamena merupakan surga dan mutiara yang belum banyak tersentuh di pedalaman pegunungan tengah Papua. Kota yang terletak di lembah Baliem dan dialiri oleh sungai Palim Sekarang Baliem) serta diapit pegunungan jayawijaya di selatannya memiliki ketinggian sekitar 1800 meter di atas permukaan laut. Kota Wamena masih memiliki udara yang segar dan jauh dari polusi udara seperti kota-kota besar lainnya di Indonesia.

Di Wamena terletak lapanagan terbang yang menghubungkan wilayah Jayawijaya dengan jayapura dan Kabupaten pemekaran lainnya seperti Kabupaten Lanny Jaya, Yahukimo, Tolikara dan lainnya. Sebagaimana kebanyakan kota-kota di pegunungan Papua, kota ini berkembang sesuai dengan pola perkembangan sekitar bandara udara.

Kota yang banyak dikunjungi oleh wisatawan lokal dan mancanegara ini sangatlah indah dan masih asri alamnya. Terutama pada musim penyelenggaraan pesta budaya Papua, yang diselenggarakan di distrik Wosilimo, kota ini dibanjiri oleh para wisatawan baik lokal dan mancanegara.